PSMS Medan Sriwijaya FC PSM Makasar Persiwa Wamena Pelita Jaya Persipura Persita Persijap PKT Bontang Persela Persib Persik PSIS Deltras Persiba Persija Persitara Arema PSSB Persiraja Persisam Gresik United Persih PSAP PSIR PSPS Persikab Persigo PSP Persikad Persiba Bantul PSS Persekabpas Persibom Persikota Semen Padang Mitra Kukar Persibo Persikabo PSIM Persis Perseman Persiku Persema Persebaya
Persebaya
Tampilkan postingan dengan label Divisi Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Divisi Utama. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 09, 2009

(0) Comments

Pengurus Janji Lunasi Gaji Persibom

INDOFOOTBALL

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Bolaang Mongondow (Bolmong), Andi Dwi Darma mengatakan, masalah gaji pemain kesebelasan Persibom masih terus diusahakan akan dibayar dalam waktu dekat.

"Pemerintah sementara memproses anggaran Persibom, terutama kucuran gaji pemain serta kebutuhan lain dalam menunjang keikutsertaan di Divisi Utama," jelas Andi di Manado, Rabu (8/4).

Persibom sementara ini mengalami persoalan hukum, setelah manajer kesebelasan tersebut, Syamsudin Moha sempat ditahan Polda Sulut terkait dugaan korupsi.

Sementara itu, sejumlah pemain Persibom Bolmong yang enggan disebut namanya, mengeluhkan sudah empat bulan belum memperoleh gaji.

Pihak manajemen Persibom dan Pemkab Bolmong sempat menjanjikan pembayaran gaji dalam waktu dekat, namun belum direalisasikan.

Persibom saat ini berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2008-2009, dengan "home base" di Stadion Gelora Ambang Kotamobagu. (KL)

Kamis, April 09, 2009

(0) Comments

Jangan Sembarangan Lepas Pemain

INDOFOOTBALL

Rencana penciutan pemain yang dilakukan manajemen mendapat dukungan pelatih Persikabo Suimin Diharja. Suimin menginsyaratkan lampu hijau pencoretan 5-6 pemain itu harus berkoordinasi. Sebab, pencoretan hanya menjadi petaka di sisa pertandingan Laskar Padjajaran.

Wacana pencoretan pemain itu diungkapkan Manager bidang Teknik Edison Hutahaean saat bertemu skuad Persikabo di mess Pusdai Cibinong, Senin lalu. Namun, rencana itu belum diumumkan secara resmi oleh manajemen karena masih berkompromi dengan pelatih.

“Abang sih tidak masalah jika manajemen ingin mencoret beberapa pemain, tapi harus berkoordinasi dengan kita (pelatih, red). Sebab, yang tahu kualitas dan kontribusi adalah pelatih. Jadi, jangan sembarangan mencoret pemain,” ujar Suimin di Stadion Persikabo Cibinong, kemarin.

Suimin juga mengingatkan agar pencoretan itu lebih obyektif dan tak berdasarkan sentimen tertentu. Menurut dia, jika pencoretan dilakukan tanpa pertimbangan, ini akan mengancam stabilitas tim saat menghadapi sisa lima pertandingan Divisi Utama dan satu laga Copa Indonesia.

Bagaimana dengan Mulyani Hadi yang dibekap cidera parah sejak Oktober lalu? Soal ini, Suimin tak setuju. Suimin menegaskan bahwa winger handal Persikabo itu harus tetap dipertahankan karena sedang dalam perawatan. Jika dicoret, dia khawatir akan terjadi masalah yang lebih pelik.

“Cidera Mulyani bukan karena kesalahannya, tapi saat membela Persikabo. Dalam perawatannya masih menjadi tanggung jawab Persikabo, jadi tak boleh dicoret hingga kontraknya selesai. Kalau ini dilakukan, nantinya ada preseden buruk, 'setelah cidera, habis manis sepah dibuang,” beber Suimin. (RB)

Kamis, April 09, 2009

(0) Comments

Bertanding, PSP Tak Cari Menang

INDOFOOTBALL

Selain menurunkan pemain lapis kedua, manajemen PSP juga akan membawa pemain utama dalam laga uji coba dengan tim Angkatan Muda Sport (AMS) Pauah Piaman di Lapangan AMS Pauah, sore ini. “Ajang ini adalah sarana untuk melihat kemampuan pemain setelah libur kompetisi beberapa bulan. Uji coba ini juga untuk melihat pemain yang akan diusung dalam empat laga tandang mendatang,” ujar Manejer PSP Azwin Amir kepada POSMETRO, kemarin.

Dalam laga uji coba ini, selain membawa pemain lokal, PSP juga akan mengusung empat pemain asing. Dengan dibawanya pemain asing ini, tentu menjadi nilai plus tersendiri bagi masyarakat Pauah. Karena, mereka akan mendapat tontonan menarik. “Semua pemain kami bawa. Termasuk asing, soalnya ajang ini adalah pemantapan persiapan,” tegasnya jelang pertandingan dengan AMS Pauah (bukan BMC yang diberitakan sebelumnya-red).

Dalam laga ini, Pandeka Minang tidak mencari menang kalah. Melainkan untuk melihat perkembangan pemain. Kalau dicari kemenangan, mungkin di atas kertas, PSP jauh mengungguli pemain AMS. “Kami tidak akan mencari menang dalam laga ini, tujuan kami hanya satu memantapkan persiapan dan melihat perkembangan pemain pelapis,” ungkapnya.

Kendati tidak mengincar kemenangan, namun Jumadi Rais dkk berjanji akan menyuguhkan permainan menarik dan siap menghibur masyarakat Pauah. “Kami tetap mengeluarkan seluruh kemampuan kami. Melawan AMS, kami tetap memandang laga berat. Walau tidak dibebani target kami tetap bisa memenangkan laga ujicoba ini,” ujar Kapten Tim Jumadi Rais. (PM)

Kamis, April 09, 2009

(0) Comments

Komding Kurangi Hukuman Persih, Larangan Tanpa Penonton Dicabut

INDOFOOTBALL

Upaya banding yang dilakukan manajemen Persih Tembilahan terhadap keputusan Komdis yang menjatuhkan hukuman denda Rp20 juta dan sanksi larangan tampil tanpa penonton satu kali pertandingan membuahkan hasil. Komisi Banding (Komding) BLI (Badan Liga Indonesia) mengurangi hukuman terhadap Panpel laga kandang Persih.

Rabu (8/4), Komding mengeluarkan surat resmi nomor 05/KEP/KB/DU-XXIV/IV/09 tentang hukuman terhadap Panpel Persih Tembilahan. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Komisi Banding, M Rusdi Taher tersebut SH MH tersebut, dinyatakan Persih tetap dikenakan denda Rp20 juta dan larangan tampil tanpa penonton dicabut.

Hal ini diungkapkan langsung Ketua Umum Persih, Ir HM Nasir MP kepada Riau Pos, Rabu (8/4). ‘’Alhamdulillah, upaya banding kami ditanggapi BLI walaupun kami tetap didenda Rp20 juta. Tapi, yang terpenting anak-anak bisa tampil dengan dukungan penuh penonton nantinya. Kami tak ingin masyarakat Inhil kecewa jika tak bisa masuk stadion,’’ ujarnya.

Dengan keluarnya keputusan Komding ini maka derby Riau antara Persih menjamu PSPS di Stadion Beringin Tembilahan, 12 April mendatang akan tetap disaksikan langsung pendukung kedua tim, terutama pendukung setia Persih. Namun, Nasir mengharapkan kejadian saat lawan Persisam yang berbuah hukuman dari Komdis tak terulang.

Sekitar pukul 17.00 WIB kalangan pengurus langsung menggelar rapat terbatas. Membicarakan sejumlah persiapan menyukseskan laga. Panitia pelaksana juga diminta berkoordinasi secepatnya dengan tenaga pengamanan agar laga yang digelar berlangsung tertib dan aman.

Kepada semua pendukung Persih, Nasir meminta menghormati tim tamu, PSPS yang merupakan saudara tertua tim ini. Apapun hasil pertandingan itu nantinya, pendukung menurutnya harus tetap menghormati hasil laga

Ketua Umum Persih ini juga berharap dukungan yang akan diberikan penonton akan menambah motivasi Bako Sadissou dkk untuk bisa memenangkan pertandingan lawan PSPS mendatang. ‘’Segala persiapan telah dilakukan tim. Target kami memang harus menang lawan PSPS dan juga di laga lainnya saat kami main dikandang,’’ ujar Manajer Persih, Rudiansyah.

‘’Tidak ada jalan, untuk mengamankan posisi berada pada jalur aman, kita harus memenangkan laga. Memang berat bagi kita saling jegal karena sesama tim yang satu daerah. Tetapi karena kita harus profesional, makanya laga yang digelar harus berjalan secara profesional pula. Nantinya siapa yang terbaiklah yang akan memenangkan laga ini,’’ tambah Nasir.

Sementara itu, menanggapi hasil banding Persih ini, pelatih kepala PSPS, Abdul Rachman Gurning hanya pasrah. ‘’Kalau memang itu keputusan Komisi Banding ya mau diapakan lagi. Kami juga memang harus menjalani laga ini, ada atau tanpa penonton,’’ ujar pelatih asal Medan ini kepada Riau Pos.

Namun, keputusan Komding ini tak mengurangi target PSPS untuk meraih poin penuh di derby Riau ini. ‘’Kalau tanpa penonton jelas kami cukup diuntungkan karena mereka tak didukung pendukung setianya. Tapi, dengan adanya penonton, kami tetap optimis bisa memenangkan pertandingan lawan Persih,’’ ujar pelatih yang pernah membawa Persitara promosi ke Liga Super ini.(RP)

Kamis, April 09, 2009

(0) Comments

Persema Kehilangan Tiga Pilar Hadapi Perseman

INDOFOOTBALL

Persema Malang dipastikan kehilangan tiga pemain pilarnya saat menghadapi Perseman Manokwari dalam pertandingan Divisi Utama yang digelar Stadion Gajayana, Minggu (12/4).

Pelatih Persema, Subangkit, Kamis, mengakui absennya ketiga pilar Laskar Ken Arok itu sangat berpengaruh terhadap komposisi tim yang bakal diturunkan saat meladeni Perseman dan terpaksa dilakukan rotasi pemain secara mendasar.

"Kami sangat berambisi untuk memenangkan pertandingan dan membalas kekalahan cukup telak pada putaran pertama, sehingga kami harus mengubah komposisi pemain dan pola permainan akibat ditinggalkan tiga pemain pilar," katanya.

Ketiga pemain yang absen saat menjamu tim tamunya Perseman Manokwari tersebut adalah Kasan Soleh dan Hary Syahputra, karena akumulasi kartu kuning, dan Harmoko yang masih mengikuti seleksi Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk Sea Games 2009 di Laos.

Menurut dia, untuk mendulang poin dan menghasilkan gol cukup banyak, pola 3-5-2 yang semula akan dipakai harus diubah menjadi 3-4-3 dengan menempatkan tiga orang striker (penyerang). Mereka adalah Brima Pepito, Mbom Mbom Julien dan Jaenal Ichwan.

Sedangkan di posisi tengah, Subangkit tetap mempercayakan pada wajah-wajah lama yakni Kusaeri, Bima Sakti, Sutaji dan M. Kamri. Posisi belakang juga tidak ada perubahan yakni Aries Budi Prasetyo, Munhar dan Seme Patrick.

Hanya saja, katanya, dengan komposisi yang sudah matang itu mereka harus tetap mewaspadai kecepatan para pemain Perseman. Serangan balik yang menjadi andalan tim asal Papua itu cukup efektif dan seringkali membuat kocar-kacir pertahanan lawan.

Mantan pelatih Persekabpas itu mengakui, memang tidak ada pemain yang harus dikawal ketat secara perorangan, tapi kolektivitas permainan Perseman cukup bagus.

"Semua pemain Perseman harus ditekan agar tidak sampai melakukan serangan balik, karena pemain Persema kalah cepat," katanya menegaskan.

Usai menjamu Perseman Manokwari, Persema sudah ditunggu oleh Persebaya Surabaya, Kamis (16/4) dan langsung menjalani pertandingan di luar kandang melawan Persiku Kudus dan PSIR Rembang. (ANT)

Selasa, April 07, 2009

(0) Comments

Persis tetap latihan saat Pemilu

INDOFOOTBALL

Menjelang laga tandang ke Persiba Bantul dan PSIM Yogyakarta seusai Pemilu Legislatif mendatang, pelatih Persis Solo, Eduard ”Edu” Tjong, menggenjot latihan para pemainnya.

Bahkan mantan pemain Arseto Solo ini berencana tetap melatih skuatnya pada hari H Pemilu mendatang.

Edu mengatakan sampai saat ini belum ada pemain asal luar kota yang meminta izin pulang kampung untuk menggunakan hak suaranya di Pemilu.

”Sampai sekarang belum ada yang meminta izin pulang saat Pemilu, tetapi tidak tahu kalau nanti mendekati pelaksanaan Pemilu ada yang minta izin,” ujar Edu, Minggu (5/4).

Menurut dia, pemantapan latihan itu dinilai sangat penting karena pertandingan kian dekat. Persis melawan Persiba dijadwalkan pada Minggu (12/4). ”Sekarang ini praktis tidak ada waktu untuk bersantai. Karena pelaksanaan pertandingan sudah semakin dekat,” tandas dia.

Dia menambahkan pada Senin (6/4) ini akan memulai latihan perdana setelah skuatnya sempat tak latihan gara-gara tak ada katering. Namun setelah macet dua hari, pada Sabtu (4/4), katering kembali dikirim ke mes dan Edu langsung menginstruksikan pemainnya untuk berlatih.
Bahkan dia mengaku telah memberi tahu seluruh skuatnya, termasuk tiga pemain asing yang memperkuat tim, untuk memulai latihan kembali. Dia berharap pada latihan Senin ini seluruh pemainnya mengikuti latihan.

Dia mengatakan pada laga tandang mendatang setidaknya satu legiun asingnya yaitu Machia Mallock tak dapat memperkuat tim karena terakumulasi dua kartu kuning.

Sedangkan mengenai striker Nova Zainal, yang diskors PSSI tak boleh memperkuat Persis pada tiga pertandingan, Edu mengaku belum mendapat pemberitahuan secara resmi.

”Mungkin pemberitahuan secara resmi dari PSSI sudah disampaikan ke manajemen. Tetapi sampai sekarang saya belum mengetahui secara pasti,” tandas Edu sambil menambahkan soal gaji, skuatnya hingga kemarin belum menerima. (Spos)

Senin, April 06, 2009

(0) Comments

Kalau Memang Ingin ke Super Liga, Harus Menang di Enam Laga

INDOFOOTBALL

Melihat calon lawan yang akan dihadapi Semen Padang pada enam laga sisa kompetisi Divisi Utama 2008/2009, memang sangat berat untuk bisa meraih angka penuh dari semua laga. Namun melihat target yang diberikan manajemen untuk bisa lolos ke Superliga 2009, mau tidak mau Kabau Sirah harus wajib meraih kemenangan dalam laga sisa.

Semen Padang akan menghadapi Persikota Tangerang, Persikad Depok, Persiraja Banda Aceh, Bireun, PSDS Deli Serdang, PSAP Siglet, kalau tetap ingin lolos ke kasta tinggi sepakbola nasional. Melihat posisi Semen Padang saat ini yang sedang berada di papan tengah klasemen sementara Wilayah Barat, peluang itu makin berat. Seperti diketahui, Semen Padang bercokol di urutan ke-6 dengan nilai 32. Sementara tim yang berhak lolos ke Liga Super adalah peringkat empat ke atas, tentu peluang itu sangat berat.

“Saya rasa, peluang Semen Padang tetap terbuka lebar. Karena lawan yang terberat hanya Persiraja. Untuk itu, kami meminta doa restunya, agar enam laga sisa ini bisa dituntaskan dengan kemenangan,” ujar Pelatih Kepala Semen Padang Djoko Susilo. Memang dalam sisa laga ini, wajib dimenangkan Kabau Sirah. Persoalannya sekarang, mampukah Semen Padang mewujudkan itu?

Melihat kondisi tim saat ini, tak alasan bagi Masferi Kasim dkk untuk tidak bisa meraih sukses. Soalnya, seluruh komponen mendukung perjuangan mereka dirasakan cukup. Tak hanya itu, motivasi anak-anak Padang berlipat ganda. Dan motivasi tersebut, seperti diketahui, merupakan modal utama bagi tim yang didanai pabrik semen tertua di Indonesia itu dalam menuai kemenangan. Hanya saja, Djoko tetap mengingatkan anak asuhnya agar tidak larut dan euforia kemenangan berlebihan.

Menurut mantan pelatih Persiwa Wamena itu, perjalanan tim masih panjang. Jangan terlalu larut dengan kondisi saat ini. ”Saya sering mengingatkan kepada pemain, bahwa perhatian tetap fokus kepada laga di depan mata,” ungkapnya. Dalam latihan guna persiapan menghadapi enam laga sisa itu, Sabtu (4/4), Djoko menjejali pemainnya dengan pressure. Dengan memanfaatkan lebar lapangan, Masferi dkk difokuskan melakukan tekanan ke jantung pertahanan lawan. (PM)

Senin, April 06, 2009

(0) Comments

Divisi Utama Tanpa Garansi Promosi

INDOFOOTBALL

Tidak ada garansi promosi ke Liga Super bagi klub Divisi Utama, meski berstatus juara sekalipun. Jika ingin naik kasta kompetisi,mereka wajib memenuhi lima syarat.

Liga Super musim depan menyisakan empat tempat bagi klub promosi sesuai ketentuan Manual Liga Indonesia (MLI). Artinya, ada empat klub Divisi Utama yang naik kasta. Namun, mereka yang mendapatkan tiket promosi terancam eliminasi bila gagal memenuhi syarat kelayakan infrastruktur, sporting,status badan hukum, personel, serta administrasi dan finansial.

Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono pun menegaskan, peringkat akhir di klasemen bukan jaminan promosi bagi klub Divisi Utama. ’’Kami tidak melihat peringkat sebagai sesuatu yang utama.Mereka yang akan naik harus tahu. Klub empat besar Divisi Utama tidak bisa promosi secara otomatis.

Mereka harus memenuhi lima aspek yang ditetapkan,” ungkapnya kemarin. Joko menambahkan, proses verifikasi klub promosi akan dilakukan bersamaan dengan penilaian ulang klub Liga Super.Namun, penilaian lebih detail diberikan bagi klub-klub Divisi Utama.

’’Verifikasi klub promosi dilakukan secara bersama-sama dengan review ulang klub-klub Liga Super, yaitu pada Juli.Mereka harus siapkan lima syarat itu. Kalau tidak bisa penuhi lima aspek akan digantikan oleh klub lainnya,” ungkapnya. Tarik ulur kuota terakhir Liga Super yang pernah terjadi pada awal musim tampaknya akan terulang.

Posisi lowong yang ditinggalkan Persmin Minahasa dan Persiter Ternate karena gagal verifikasi pernah diperebutkan tujuh klub. Mereka umumnya tidak memenuhi syarat posisi klasemen akhir, tapi berhasil memenuhi syarat lima aspek. PSIS Semarang dan PKT Bontang akhirnya promosi ke Liga Super.

’’Secara teknis, urutan satu sampai tiga Divisi Utama akan promosi, tapi urutan keempat tetap play off.Tapi,semua tergantung ada atau tidaknya lisensi klub profesional. Kalau ingin dapat lisensi, lima aspek itu harus dipenuhi. Kalau mereka tidak sesuai kriteria, akan diberikan klub lain sampai urutan ke delapan klasemen akhir.

Semua memiliki peluang sama, meski klub urutan satu sampai empat lebih diprioritaskan,” tandasnya. Sementara itu, tanpa garansi promosi tidak menyurutkan niat Persikabo Bogor yang pernah masuk klub nominasi Liga Super.

Klub berjuluk Laskar Padjajaran itu menyatakan, berhasrat naik kasta meski harus menghitung ulang kemampuan klub. Mereka saat ini berada di urutan lima klasemen Divisi Utama zona satu dengan nilai 35 dari 22 pertandingan.

’’Kami ingin lolos ke Liga Super, meski tidak mudah.Stadion sudah direnovasi, walau kapasitasnya baru 20.000.Kami tahu memenuhi syarat lima aspek tidak mudah. Kalau masalah badan hukum klub bisa diikuti, tapi bagaimana dengan dana.Tampaknya kami harus lihat kondisi akhir,”tandasnya. (SND)

Jumat, April 03, 2009

(0) Comments

Pemain Persis mogok latihan

INDOFOOTBALL

Pemain Persis Solo melakukan mogok latihan, Kamis (2/4), menyusul jatah katering yang sudah tidak diki-rim lagi ke mes Persis. Pelatih Persis, Eduard ”Edu” Tjong, mengaku tidak bisa berbuat banyak menghadapi situasi ini.

”Pagi ini (kemarin—red) anak-anak tidak latihan karena katering juga sudah tidak dikirim lagi,” ujar Edu ketika ditemui di mes Persis, kemarin.
Edu berharap pemain, pengurus dan manajemen Persis segera bertemu untuk menyelesaikan persoalan serius yang kini sedang membelit di tubuh Laskar Sambernyawa.

”Kami semua, baik pemain, pelatih, pe-ngurus, manajemen masyarakat luas tentu tak ingin Persis terdegradasi. Karena itu permasalahan ini sebaiknya segera diselesaikan. Bagaimanapun kalau pengurus atau manajemen yang memberi keterangan ke pemain akan beda ketimbang dengan saya,” ujarnya.

Seperti diwartakan dalam harian ini, Edu mengungkapkan hingga Rabu (1/4) malam belum bisa memastikan apakah skuatnya pada Kamis akan berlatih atau tidak. Pasalnya hingga Rabu (1/4) pukul 21.30 WIB dia belum mendapat kepastian apakah katering untuk pemain akan dikirim ke mes Persis atau tidak.

”Kalau besok (hari ini—red) katering tidak mengirim makanan ke mes, sudah pasti kami tidak akan latihan. Karena kami tidak mungkin latihan tanpa ada katering,” ujarnya (SOLOPOS, 2/4).
Mantan pemain Arseto Solo itu dia berharap sebelum Minggu (5/4) persoalan tersebut telah selesai. Pasalnya, pada Minggu (12/4) mendatang, sesuai jadwal, Laskar Sambernyawa sudah harus melawat ke Persiba Bantul disusul kemudian melawan PSIM Yogyakarta.

Mengebon

Terkait tak ada katering di mes, sejumlah pemain Persis kemarin pagi makan di warung dekat markas Persis. ”Karena kate-ring sudah tidak ada di mes, maka kami makan di sini (warung). Mudah-mudahan semua persoalan cepat diatasi sehingga kami bisa berlatih lagi dengan baik seperti dalam kondisi normal,” ujar salah seorang pemain yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, beberapa pemain kemarin mulai terang-terangan menyatakan ingin mengebon ke pemilik warung di dekat mes, jika selanjutnya ransum makanan di mes tak ada lagi. Menanggapi hal itu pemilik warung, Edi mengaku tak keberatan. ”Kalau di mes tidak ada makanan dan Anda tidak punya duit ya silakan,” ujar Edi singkat.

Pada bagian lain, Sekretaris Pengcab PSSI Solo (Persis), Ruhban Ruzziyatno dan Sekretaris Manajer Persis, Abraham EWT yang coba dihubungi untuk mengkonfirmasikan persoalan ini hingga tadi malam tidak berhasil. (Spos)

Jumat, April 03, 2009

(0) Comments

Gaji Pemain Pandeka Dicicil, Pemain Asing Tetap Semangat

INDOFOOTBALL

Selain pemain lokal, empat pemain asing yang membela PSP Padang, Noah Romulad, Cisse Mahmud Mamadoudou (belakang), Daniel O Nwankwo (tengah) dan Wanjou Oliver (depan) juga patut diberi apresiasi. Meski gaji mereka baru dibayar dua bulan setelah perjanjian kontak, demi mengharumkan nama Kota Padang di dunia sepakbola nasional, mereka tetap bersemangat saat diturunkan.

“Kami salut dengan pemain asing. Dia tidak pernah main seadanya, walau gajinya belum dibayar. Mudah-mudahan, semangat empat pemain asing ini bisa dicontoh petinggi daerah ini membantu PSP,” ujar pelatih kepala Jhoni Effendi kepada PM kemarin.

Memang, kondisi keuangan yang dialami PSP dan belum dibayarnya gaji mereka, tidak mempegaruhi penampilan empat pemain asing ini. Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan tampil penuh semangat. Saat laga dengan Persikad Depok misalnya, tiga dari empat pemain yang diturunkan dalam laga itu, mampu menjadi motor PSP.

Mereka tidak kenal lelah, untuk meredam dan menggempur pertahanan lawan. Malahan mereka juga menjadi penentu bagi tim PSP. “Sangat jarang pemain asing seperti mereka. Walau belum dibayar tapi tetap main seperti biasanya,” jelas Jhoni. (PM)

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

PSP Bertekad Jauhi Degradasi

INDOFOOTBALL

Libur panjang ternyata membawa perubahan signifikan terhadap tim PSP Padang. Hal tersebut terlihat jelas saat Pandeka Minang merumput di Stadion Haji Agus Salim Padang, sore kemarin. Semua lini sudah mulai hidup.
Motivasi para pemain yang selama ini kurang terlihat, juga sudah keihatan muncul.“Membenahi lini perlini dan menumbuhkan motivasi pemain, memang agenda utama yang hendak saya tanamkan. Sebab tanpa ini, mustahil hasil posistif di laga sisa bisa terwujud,” ujar Pelatih Kepala PSP Jhoni Effendi kepada POSMETRO, kemarin.

Target bertahan tidak ringan. Apalagi posisi PSP saat ini sedang berada di papan bawahk lasemen sementara Wilayah Barat. Seperti diketahui, PSP Padang bercokol di urutan ke-14 dengan nilai 13. “Kita tidak membicarakan situasi saat ini. Target kita bagaimana memenangkan laga sisa ini. Masalah hasil kita lihat saja nanti,” ungkap Jhoni.

Dalam latihan guna persiapan menghadapi sisa Liga Indonesia Divisi Utama yang akan ditabuh usai Pemilu mendatang, Jhoni kembali menjejali pemainnya dengan pressure. Dengan memanfaatkan lebar lapangan, Jumadi Rais dkk difokuskan melakukan tekanan ke jantung pertahanan lawan. “Bertindak selaku tuan rumah dan tamu, kita harus melakukan pressure ke jantung pertahanan lawan. Untuk itu, saya mengharapkan anak-anak mampu menerjemahkan hal itu dengan baik,” harapnya.

Hanya saja, beberapa kelemahan masih saja kelihatan. “Saya akui masih terdapat beberapa kelemahan. Tapi secara tim, saya cukup puas dengan penampilan para pemain hari ini (kemarin-red). Anak-anak sudah mampu melakukan apa yang kami inginkan. Dan beberapa kelemahan segera kami perbaiki. Insya Allah jelang laga nanti, semuanya akan teratasi,” ungkapnya. (PM)

Senin, Maret 30, 2009

(0) Comments

Jelang Lawan Persis, Persiba Gelar Uji Coba

INDOFOOTBALL

Kesebelasan Persiba Bantul berencana melakukan laga uji coba sebanyak tiga kali sebelum menjamu Persis Solo di Stadion Sultan Agung Bantul, 12 April 2009.

"Laga uji coba untuk menghadapi pertandingan putaran kedua kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia 2008 wilayah timur itu akan dilakukan setelah para pemain menjalani sejumlah latihan," kata Wakil Manajer Persiba Bantul, Bagus Nur Edi Wijaya, Minggu (29/3).

Ia mengatakan, Persiba memang membutuhkan laga uji coba sebagai persiapan mengarungi kembali kompetisi, tetapi pelaksanaannya setelah para pemain menjalani latihan fisik, pemulihan kondisi, serta latihan teknik dan strategi.

Saat ini para pemain baru saja selesai menjalani latihan fisik. Usai latihan fisik, para pemain masih menjalani latihan pemulihan kondisi yang kemungkinan akan dilakukan selama dua hari dan dilanjutkan dengan latihan teknik dan strategi.

"Setelah menjalani latihan tersebut, baru dilanjutkan dengan laga uji coba yang direncanakan dilakukan sebanyak tiga kali. Namun, tim mana saja yang akan dijadikan mitra latih tanding masih belum ditentukan," katanya.

Meskipun demikian, menurut dia, Persiba Bantul telah mendapat tawaran laga uji coba dari tim anggota Divisi II PSSI, yakni Persap Purbalingga dan Persibas Banyumas. Tawaran itu saat ini masih ditampung karena para pemain masih menjalani latihan.

"Kami baru menentukan tim yang akan menjadi mitra latih tanding setelah para pemain selesai menjalani latihan yang telah diprogramkan tim pelatih. Kami ingin para pemain fokus pada program latihan dulu," katanya.

Ketika disinggung mengenai kondisi para pemain Persiba Bantul saat ini, ia mengatakan, meskipun mereka baru saja libur beberapa hari, ternyata kondisi fisik para pemain masih cukup baik.

"Kondisi tersebut didasarkan hasil tes fisik yang dilakukan terhadap para pemain. Meskipun demikian, kondisi fisik mereka masih perlu ditingkatkan, sehingga benar-benar siap diterjunkan dalam pertandingan berikutnya," kata Bagus. (KPS)

Minggu, Maret 29, 2009

(0) Comments

Prabowo Pulih, PSIM Tambah Nilai Positif

INDOFOOTBALL


Kondisi kesehatan gelandang bertahan kesebelasan PSIM Yogyakarta Prabowo Wahyu Nugroho yang telah pulih membawa nilai positif bagi tim menjelang pertandingan derbi melawan PSS Sleman di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, 12 April 2009.

"Prabowo yang beberapa waktu lalu menjalani operasi usus buntu selain memiliki daya juang dan motivasi bertanding yang tinggi, juga merupakan pemain yang secara cepat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan," kata pelatih PSIM Bambang Kawijiyono di Yogyakarta,

Meskipun selama ini dipasang di posisi gelandang bertahan, menurut dia, pemain bernomor punggung lima itu merupakan tipe pemain yang bisa ditempatkan di mana saja dan selalu menjalankan instruksi yang diberikan pelatih, baik pada saat latihan maupun bertanding di lapangan.

Ia mengatakan, dengan bergabungnya kembali Prabowo diharapkan dapat menambah kekuatan lini belakang PSIM yang saat ini mengalami krisis pemain, karena Doni Hermawan tidak bisa memperkuat tim akibat cedera.Prabowo dapat menggantikan posisi yang ditinggalkan Doni Hermawan.

"Bergabungnya kembali Prabowo dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggantikan posisi Doni Hermawan di lini belakang ketika menjamu PSS Sleman dalam pertandingan putaran kedua kompetisi sepak bola Divisi Utama Liga Indonesia 2008 wilayah timur," katanya.

Menurut dia, dalam laga uji coba melawan klub lokal Indonesia Muda Kulonprogo, Rabu (25/3), Prabowo yang diturunkan pada babak kedua mampu tampil memukau, meskipun baru saja menjalani operasi. Prabowo yang tampil sekitar 40 menit itu mampu bermain penuh semangat.

Prabowo yang diturunkan bersama Yudi Permana dan Achmad Rivai tampil dengan motivasi bertanding yang tinggi dan mampu menjaga lini belakang PSIM dengan baik. Hingga pertandingan berakhir, tidak satupun pemain lawan yang berhasil menembus barisan pertahanan PSIM yang dimotori Prabowo.

Selama pertandingan, Prabowo mampu mengoordinasi teman-temannya di lini belakang, sehingga pemain depan lawan dibuat tidak berkutik ketika berhadapan dengannya. Serangan lawan selalu berhasil dimentahkan oleh barisan pertahanan PSIM sehingga tidak mampu mencetak gol.

"Prabowo telah pulih kembali dan saya senang dengan kondisi tersebut, karena kekuatan lini belakang PSIM akan bertambah ketika menjamu PSS Sleman. Saya optimistis dengan kehadiran Prabowo akan membuat lini belakang PSIM semakin solid dan mampu mengandaskan setiap serangan yang dilancarkan pemain PSS," katanya. (KL)

Minggu, Maret 29, 2009

(0) Comments

PSPS Optimis di Tembilahan

INDOFOOTBALL

PSPS dan Persih sudah tiga kali bertemu di pentas Liga Indonesia. Hasilnya, PSPS dua kali menang (sekali di Divisi I musim lalu dan sekali di Divisi Utama) dan sekali kalah (di Divisi I musim lalu). Rekor pertemuan ini akan berubah, 12 April mendatang ketika keduanya bertemu di Stadion Beringin, Tembilahan-Inhil.

Pelatih kepala PSPS, Abdul Rachman Gurning optimis, timnya merubah rekor tersebut menjadi 3-1. Artinya, PSPS akan menambah rekor kemenangan terhadap Persih. ‘’Kami optimis bisa meraih kemenangan lawan Persih mendatang,’’ ujar pelatih asal Medan ini kepada Riau Pos.

Optimisme ini muncul setelah melihat kondisi Persih yang sedang terpuruk saat ini. Tiga kali kalah di Stadion Beringin, diyakini Gurning membuat mental pemain Persih sulit untuk bangkit, apalagi hal tersebut berlanjut dengan dipecatnya pelatih Danandjaya.

Tapi, bukanlah Persih telah mendapatkan Mundari Karya yang menggantikan posisi Danandjaya. ‘’Ya, masa transisi pelatih inilah akan kami manfaatkan. Apalagi, para pemain kami (PSPS, red) sudah sadar sulitnya untuk mempertahankan posisi kami di puncak klasemen,’’ tegas Gurning.

Saat ini, PSPS memang berada di puncak klasemen sementara Wilayah Barat dengan mengumpulkan nilai 43 poin dari 21 laga. PSPS belum aman karena Persisam yang mengumpulkan nilai 38 poin dari 20 kali bermain, terus mengintai di posisi kedua. Sementara, Persih masih tertahan di posisi 11 dengan nilai 26 poin dari 21 laga.

Menghadapi derby Riau, Gurning telah menyiapkan timnya sebaik mungkin. Kondisi fisik Dzumafo Efandi Herman dkk terus dibenahi selama sepekan terakhir. Hal ini dilakukan karena para pemain sempat libur latihan sepekan. Rencananya, pekan depan latihan akan dimulai pada kerja sama tim.

Bahkan, absennya Rifki Firdaus yang harus menjalani akumulasi kartu kuning telah dicarikan solusinya. Agus Cima dan Irwanto dipersiapkan mengisi pos full back kiri yang lowong tersebut. Tak hanya itu, Agus Rianto yang baru sembauh dari cedera engkel, juga tak terlalu dipaksakan latihan agar bisa fit saat lawan Persih..(RP)

Minggu, Maret 29, 2009

(0) Comments

Mundari Karya Latih Persih

INDOFOOTBALL

Manajemen Persih Tembilahan akhirnya memutuskan merekrut Mundari Karya sebagai pelatih kepala, menggantikan Dananjaya. Kehadiran Mundari Karya diharapkan bisa meningkatkan kinerja Persih, yang dinilai terus menurun akhir-akhir ini.

Mundari akan memimpin Persih menjalani sisa tujuh pertandingan kompetisi Divisi Utama dan satu laga tandang babak 16 Besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008/2009.

"Tugas saya di sini hanya sampai akhir musim. Artinya saya hanya sebagai pelatih sementara, meskipun ada target yang dibebankan yaitu membawa Persih tampil lebih baik pada sisa pertandingan yang ada," kata Mundari, Sabtu (28/3).

Mundari mengatakan, baru tiga hari berada di Tembilahan sehingga ia masih melakukan proses adaptasi terhadap tim. Kendati demikian, ia telah tiga kali memimpin latihan, meski ada sekitar enam pemain inti yang masih belum datang karena masih liburan.

"Saya belum melihat kekuatan tim secara utuh. Mungkin Senin pekan depan, setelah semua pemain berkumpul, saya akan memulai menjalankan program latihan," kataya.

Dari tiga kali latihan, dia menilai kondisi fisik para pemain masih kurang. "Itu terlihat dari hasil tes VO2MAX, rata-rata pemain masih di bawah 50. Padahal, standar pemain harus 54-60. Faktor fisik inilah yang akan menjadi fokus pertama saya, sebelum memperdalam teknik dan kerja sama tim," kata mantan pelatih Persikota, Persija, dan Barito Putra ini.

Dengan waktu yang cukup singkat ini, menurut Mundari, tidak banyak yang bisa ia perbuat. Namun, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mengangkat Persih untuk bisa meraih target sesuai dengan harapan manajemen.

Disinggung peluang Persih di Copa Dji Sam Soe Indonesia setelah dikalahkan Deltras 1-2 pada leg pertama di kandang sendiri, Mundari menilai segala sesuatu masih mungkin terjadi. Untuk itulah ia akan mencoba memotivasi pemain Persih agar bisa bangkit dan bisa membuat keajaiban pada leg kedua nanti.

"Saya rasa peluang Persih ke babak 8 Besar belum tertutup. Memang berat mengalahkan Deltras di kandang sendiri, tetapi kami tidak akan menyerah. Saya akan yakinkan para pemain bahwa mereka pasti bisa menjalankan misi ke 8 besar tersebut," katanya. (KPS)

Sabtu, Maret 28, 2009

(0) Comments

Gurning Siapkan Agus Cima dan Irwanto

INDOFOOTBALL

PSPS dipastikan akan tampil tanpa full back kiri Rifki Firdaus saat menghadapi Persih Tembilahan di Stadion Beringin Tembilahan-Indragiri Hilir, 12 April mendatang. Pemain yang akrab dipanggil buya ini harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning.

Untuk itu, pelatih PSPS Abdul Rachman Gurning menyiapkan pengganti mantan pemain PSDS Deliserang ini. Dua pemain yang disiapkan tersebut adalah Agus Cima dan Irwanto. ‘’Tapi, belum bisa dipastikan apakah Agus Cima atau Irwanto yang menggantikan Rifki karena latihan belum masuk pada kerjasama tim,’’ ujarnya.

Gurning mengakui dengan materi pemain yang ada, dirinya memang punya pilihan terhadap Agus Cima dan Irwanto menggantikan posisi Rifki. Tapi, dirinya juga tak menjamin apakan kedua pemain ini akan tampil bagus. ‘’Mereka bukan spesialis bek kiri, jadi bisa saja mereka tampil sangat bagus dan sebaliknya. Namun, tentunya kita berharap mereka main bagus,’’ ujarnya.

Saat ini, latihan yang diberikan kepada Dzumafo Efandi Herman dkk adalah daya tahan dan akan berakhir hari ini. Pertimbangannya, para pemain baru saja menjalani libur latihan selama sepekan. Selanjutnya, barulah Gurning akan memasuki latihan kerja sama tim dan kemudian finishing touch.

Menghadapi Persih, PSPS belum bisa dipastikan akan diperkuat kapten tim Agusrianto yang masih dalam proses penyembuhan. Sementara rekannya, Rusdianto sudah bisa kembali dimainkan. ‘’Untuk Agus belum bisa dipaksakan, kita lihatlah dalam beberapa hari ke depan,’’ jelas Gurning.(RP)

Sabtu, Maret 28, 2009

(0) Comments

Gaji Makin Rentan

INDOFOOTBALL

Kompetisi Divisi Utama, yang minim perhatian sponsor serta ditambah menguapnya sejumlah dana APBD, membuat klub-klub makin kelabakan. Gaji telat pun rentan terjadi di sejumlah klub hingga bisa berimbas pada persaingan tak sehat di kompetisi level kedua di Indonesia itu.

Lihat saja pemain PSIM harus bersabar menunggu janji Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hariyadi Soejoeti, untuk membayar gaji bulan Februari. Manajemen lepas tangan, seperti ditunjukkan Imam Priyono, manajer PSIM. Ia bahkan tak memahami perkembangan terakhir para pemainnya karena berada di luar kota.

“Saya tidak tahu gaji pemain sudah dibayar apa belum. Kebetulan saya tidak berada di Yogyakarta sehingga saya juga tidak mengetahui perkembangan terakhir,” ucap Imam.

Kepastian masih belum dibayarnya gaji pemain didapat dari sekretaris PSIM, Desi Arfianto, dan striker gaek Muhammad Eksan. “Hingga hari ini gaji pemain belum cair. Tapi, saya tidak memahami benar masalahnya sebab saya bukan orang pemkot,” kata Desi.

Para pemain Persis Solo juga bernasib sama. Sudah tiga bulan ini Nova Zaenal cs. belum menerima gaji plus dua bonus kemenangan. Manajemen Persis mengaku terus berupaya mencari dana talangan untuk melunasi tunggakan gaji tersebut yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 500 juta.

Kondisi ini tentu saja berpengaruh pada semangat tanding para pemain di lapangan. “Susah memang keadaannya seperti ini. Tapi, anak-anak harus bangkit. Toh, tak hanya Persis yang mengalami kesulitan keuangan seperti ini. Klub lain juga banyak yang mengalaminya, namun yang terpenting mereka tetap tampil semangat,” ujar Eduard Tjong, pelatih Persis.

Belum Diterima

Namun, soal gaji telat juga dialami pemain yang sudah dipecat. Mantan kiper Laskar Sakera, Ari Kurniawan, mengaku ia dan delapan rekannya, Widi Susanto, M. Irfan Junaedi, Nakhnu Dwi Cahyo, Febrian S., Andi Harahap, Budi Setiawan, Nurdiansyah, dan Panji Setyo, hanya diberi pesangon Rp 1 juta oleh manajemen Persekabpas, sementara sisanya hingga kini belum ia terima. “Besaran uang itu jauh dari gaji saya sebulan di Persekabpas,” tuturnya.

Padahal, berdasarkan surat perjanjian bernomor 101/PSKBP/XIV/2009 tertanggal 22 Januari yang ditandatangani asisten manajer Abubakar Assegaf, pengurus akan membayar gaji mereka selambat-lambatnya dua minggu atau 15 hari.

Alih-alih membayar, Abubakar justru marah. “Kalaupun ada uang, saya tak akan bayar mereka. Saya sudah janji kalau uangnya sudah cair bakal langsung saya bayar. Seharusnya mereka bisa pegang omongan saya. Saya tidak akan lari dari janji,” ungkapnya. (BN)

Sabtu, Maret 28, 2009

(0) Comments

Minta Keringanan Hukuman, Persibo Surati BLI

INDOFOOTBALL

Panitia Pelaksana (Panpel) Persibo, Bojonegoro, Jawa Timur, kembali berkirim surat kepada Badan Liga Indonesia (BLI) yang berisi pengajuan permohonan permintaan keringanan hukuman.

Ketua Panpel Persibo Bojonegoro, Hendy K, Jumat (27/3) menjelaskan, surat kedua, menyusuli surat yang dikirimkan sebelumnya, merupakan klarifikasi tidak ada ketentuan yang mengatur hukuman yang diterima Persibo tidak diperbolehkan banding.

Karena itu, dalam surat kedua itu, Persibo tetap meminta ada keringanan hukuman yang diterima sebelumnya. "Tetapi berhasil tidaknya pemberian keringanan hukuman bergantung BLI, "katanya.

Sebelum ini, BLI telah menjatuhkan hukuman kepada Persibo, berupa pertandingan tanpa penonton dalam laga melawan Perseman Manokwari, di kompetisi divisi utama dan denda uang sebesar Rp20 juta.

Hukuman itu dijatuhkan kepada Persibo, karena dalam pertandingan melawan Persema Malang, di Stadion Letjen H Soedirman beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi kericuhan dengan jatuhnya korban luka salah satu pelatih dari Persema.

"Kami tidak menemukan adanya ketentuan yang tidak memperbolehkan banding," katanya.

Karena itu, dia terus berusaha mengajukan permintaan keringanan hukuman dengan mengirimkan kembali surat kepada BLI. Tidak dijelaskan keringanan hukuman yang diminta Panpel Persibo. Tapi, surat, dari hasil konfirmasi, surat tersebut sudah diterima Sekretariat BLI.

Karena adanya surat kedua ini, menurut dia, Panpel Persibo belum melakukan persiapan dalam laga Persibo melawan Perseman Manokwari, karena masih menunggu surat secara resmi dari BLI atas pengajuan keringanan hukuman yang diajukan. Dia membantah kalau Panpel Persibo sudah mempersiapkan laga melawan Perseman tanpa penonton di stadion Wilis, Madiun.

Ditemui terpisah, Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo, Imam Sardjono menyatakan, pihaknya masih menunggu keputusan BLI atas permintaan keringanan hukuman yang telah diajukan itu. "Kalau harapan kami ya ada keringanan, sebab pemicu munculnya kericuhan dalam laga itu tidak murni dari kami," katanya. (KPS)

Kamis, Maret 26, 2009

(0) Comments

PSPS Dapat Lawan Uji Coba

INDOFOOTBALL

Libur kompetisi hingga 12 April mendatang, memaksa Abdul Rachman Gurning merombak program latihan di PSPS. Untuk menjaga suasana kompetisi maka Gurning merencanakan program uji coba dengan tim lokal. Bahkan, tim yang akan dihadapi sudah didapatkan yakni tim asal Perawang, Siak.

‘’Untuk sementara, baru satu tim yang pasti menjadi lawan uji coba kami yakni tim asal Perawang. Sebenarnya, tim ini sempat menawarkan diri saat libur kompetisi beberapa waktu lalu, tapi uji coba dibatalkan karena sesuatu hal,’’ ujar Asisten Pelatih PSPS, Afrizal kepada Riau Pos, Selasa (24/3).

Rencananya, uji coba akan digelar pada pekan kedua latihan. Bahkan, Gurning berencana akan melakukan minimal tiga kali uji coba. Artinya, PSPS akan mencari dua tim lokal lagi untuk uji coba di Stadion Rumbai.

Usai diberikan libur oleh manajemen PSPS, seluruh pemain kembali latihan di Stadion Rumbai sejak Senin (23/3). Latihan difokuskan pada pengembalian kondisi fisik pemain. Dari pemain yang ada, hanya Ahmad Junaidi yang tak ikut latihan.

Pemain yang biasa bermain sebagai striker ini, baru bergabung Selasa (24/3) karena ada acara syukuran sunatan anaknya. Selain itu, setiba di Pekanbaru, Ahmad Junadi mengalami sakit panas. ‘’Mungkin demam,’’ ujar Afrizal.(RP)

Kamis, Maret 26, 2009

(0) Comments

Persih Pilih Mundari

INDOFOOTBALL

Teka-teki siapa yang duduk di kursi panas peninggalan Danandjaya di Persih terjawab, Selasa (24/3). Dari tiga pelatih yang diseleksi, manajemen Persih menjatuhkan pilihan kepada Mundari Karya. Jadi, dua pelatih lainnya yakni Syamsul Bachri dan Fairuz tereleminasi.

Keputusan ini ditetapkan lewat rapat pengurus Persih yang cukup alot, Selasa (24/3) malam. ‘’Atas beberapa pertimbangan, kami memutuskan untuk memakai Mundari menggantikan posisi Danandjaya sebagai pelatih kepala Persih,’’ ujar Ketua Umum Persih, Ir HM Nasir MP saat dihubungi Riau Pos.

Kepala Dinas PU Inhil ini menjelaskan secara lisensi Mundari berada di atas Syamsul dan Fairuz. Begitu juga dengan pengalaman. ‘’Syamsul dan Fairuz memiliki lisensi B, sementara Mundari lisinsinya A. Selain itu, Mundari cukup pengalaman melatih Divisi Utama,’’ ujarnya.

Tapi, apakah lisensi menjamin seorang pelatih bisa sukses? Pasalnya, ada juga pelatih tanpa lisensi yang mampu membawa timnya berprestasi. Sebagai contoh Rinus Michels yang sempat membawa Belanda melaju ke final Piala Dunia 1974, padahal saat itu Rinus tak punya lisensi.

Di tangan Mundari, manajemen Persih berharap banyak yakni membawa Persih berada di papan tengah saat Divisi Utama Liga Indonesia berakhir nantinya. Saat ini, Persih menempati posisi 11 klasemen Wilayah Barat Divisi Utama Liga Indonesia 2008/2009 dengan mengumpulkan nilai 26 poin.

Rencananya, hari ini Mundari akan mulai memimpin Bako Sadissou dkk latihan rutin di Stadion Beringin, Tembilahan-Inhil. Mundari memang harus bekerja ekstra keras karena dalam waktu dekat Persih akan menghadapi pimpinan klasemen sementara, PSPS pada 12 April mendatang.(RP)

Profil Bintang

Bokay Eddi Foday "Si Kurus Beri Bukti"

Postur kurus kerempeng dan tinggi menjulang yang dimiliki Bokay Eddie Foday kurang ideal untuk ukuran pesepak bola profesional. Kala pertama kali menukangi Persiwa di awal musim, Suharno sempat meragukan kemampuan striker kelahiran Monrovia, Liberia, 28 Mei 1986 yang telah tiga musim membela panji The Highlander itu.

Pandangannya baru berubah saat menyaksikan Bokay beraksi di lapangan. "Dia memang striker bagus," puji Suharno. Selengkapnya


Aun Carbiny "Bek Subur"

Berada di posisi belakang bukan berarti punya peluang sedikit untuk mencetak gol. Itu telah dibuktikan oleh seorang Aun Carbiny. Stopper PSMS ini kembali jadi pahlawan kemenangan PSMS.

Pemain 24 tahun tersebut menjadi pencetak gol tunggal Ayam Kinantan saat mengalahkan VB Sport dalam lanjutan penyisihan AFC Cup Gru G.

Selain memuluskan langkah PSMS ke 16 besar, dengan gol itu pula, Selengkapnya

Berita Terbaru

blog-indonesia.com Football Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs Add to Technorati Favorites KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia 100 Blog Indonesia Terbaik Blog Terbaik
IndoTopBlog, Kumpulan Blog dan Situs Indonesia